Berita Utama

BERKUNJUNG KE SROWOT, JANGAN PULANG TANPA REMPEYEK KACANG

Dilihat : 5712 Kali, Updated: 10 10 2014 07:40:36
BERKUNJUNG KE SROWOT, JANGAN PULANG TANPA REMPEYEK KACANG

Sebagai sebuah desa yang cukup luas dengan jumlah penduduk juga yang relatif cukup banyak menghasilkan beberapa kreatifitas dan komoditas hasil karya warga Desa Srowot yang layak dibanggakan dan dapat dijadikan produk unggulan. Selain DODOL GANDUL seperti yang pernah kami ulas sebelumnya juga ada REMPEYEK KACANG. Keduanya dapat mendukung program Pemerintah Kabupaten Banyumas ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP) yang sudah dicanangkan oleh Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein.

Pada saat ini ada Rempeyek Kacang menjadi home industri , ada kurang lebih 10 perajin dan mampu menyerap 30 tenaga kerja yang kebanyakan ibu rumah tangga sehingga bisa menambah penghasilan keluarga. Sama seperti Dodol Gandul, Rempeyek Kacang juga bahan utamanya berupa kacang tanah merupakan hasil pertanian Desa Srowot, hal tersebut menekan biaya produksi sehingga harga rempeyek murah. Menurut Suwarto, salah seorang pengusaha rempeyek kacang yang beralamat di Desa Srowot RT 02 RW 04, sebungkus Rempeyek Kacang dengan isi 5 (lima) buah dijual dengan harga Rp 2.500,00, benar-benar murah untuk sebuah cemilan yang disukai dari kalangan rakyat hingga pejabat.

Saat ini Rempeyek Kacang produksi warga Desa Srowot dijual di wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen). Perajin tidak mengalami kesulitan untuk memasarkan sebaliknya terkadang kesulitan memenuhi permintaan pasar. Beberapa pembeli bahkan datang untuk mendapatkan Rempeyek Kacang. Selain dipasarkan oleh perajin, rempeyek kacang juga banyak dibawa keluar daerah oleh pendatang yang kebetulan berkunjung untuk suatu pekerjaan ataupun silaturahmi ke rumah Saudara atau teman di Desa Srowot. Banyak juga warga Desa Srowot yang kerja di luar daerah atau bahkan luar negeri kembali ke tempat mereka bekerja dengan membawa Rempeyek Kacang sebagai oleh-oleh. Jadi kalau berkunjung ke Desa Srowot, jangan pulang tanpa Rempeyek Kacang.

Komentar